Uncategorized

JOURNEY TO RTRW NET

Siapa sih yang gak tau kata ‘rtrw net’ walaupun tidak tahu artinya. Journey to RTRW Net berawal dari tutrunnya harga Telkom Speedy yang sangat drastis hingga untuk time based 50 jam kita cukup membayar 200.000 rupiah saja, sedangkan unlimited office cukup dengan 750.000 rupiah. Akan tetapi ternyata 50 jam tersebut tidak menyelesaikan masalah dengan kata lain manusia tidak akan pernah puas dengan apa yang didapat, jika diberi banyak minta lebih, sehingga 50 jam tersebut hanya sebagai biaya abodemen saja sedangkan pemakaian bulanan pastinya lebih dari 50 jam sedangkan unlimited office yang harus membayar 750.000 rupiah untuk pemakaian rumahan kok terasa berat juga untuk membayarnya.

RTRW Net pertama kata-kata tersebut yang terngiang di telinga yang hampir jarang mendengar, karena lebih banyak mata yang dipakai untuk melihat komputer dan membaca forum-forum ataupun berita di internet. Setelah masuk telinga maka otak memerintahkan tangan untuk mengetik ‘rtrw net’ di websitenya om google. Hal tersebut dilakukan untuk mencari studi banding bagainmana membuat rtrw net di lingkungan kecil yang notabene bukan buat komersil tapi share biaya bulanan.
Ternyata banyak sekali postingan mengenai rtrw net dan setelah dilihat-lihat yang paling mengena dihati adalah ‘forum.rtrw.net’ disini kita dapat melihat membaca menanyakan apa saja tentang rtrw net dari mulai jaringan rtrw net kelas kakap(komersil) sampai kelas teri(share iuran).

Hal tersebut diatas terjadi kira-kira 1 tahun yang lampau.

Setelah banyak membaca dan mencetak halaman demi halaman di internet ternyata biaya untuk pembangunan rtrw net didaerah saya cukup memakan biaya yang lumayan. Setelah ditotalkan biaya yang harus dikeluarkan untuk membangun servernya adalah sekitar 5.140.000 rupiah, sedangkan sisi klien harus menyediakan alat untuk dapat menerima sinyal wireless. Dengan berbekal pengetahuan teori dari internet dan bekal biaya yang harus dikeluarkan baru berani menawarkan diri ke tetangga-tetangga eh salah menawarkan rtrw net dengan sistem sharing biaya bulanan.

Kronologinya memang agak lucu soalnya proyek inikan bukan proyek komersil jadi ya tunggu-tungguan, gak ada yang mau tanya-tanya takut disuruh bayar atau patungan duluan. Tetapi dengan negosiasi yang sangat tidak teratur akhirnya diputuskan untuk mempelopori rtrw net area kami. Awalnya terkumpul 12 orang dengan biaya bulanan yang harus dikeluarkan oleh pelopor-pelopor tanpa tanda jasa adalah 131.400 rupiah dengan asumsi internet yang dijadikan backbone-nya(gaya) adalah Telkom Speedy Unlimited Office dengan biaya 750.000 rupiah dan untuk biaya servernya dibagi 12 orang (5.140.000rupiah / 12orang dan dibagi lagi selama 12 bulan) sehingga muncul angka 131.400 rupiah.

Tapi dengan berkembangnya dan murahnya teknologi internet, lama kelamaan TR/RW net diperkotaan lama elamaan tergerus. Hanya dengan biaya murah melalui provider internet ataupun provider HP kita sudah bisa menikmati internet dimanapun kita berada. Sekarang tergantung kita untuk menyesuaikan kebutuhan dengan lokasi tempat tinggal kita.